berita bola

Kulit harimau Sumatera hasil sitaan di Aceh diidentifikasi

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan identifikasi terhadap barang bukti kulit harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) hasil sitaan dari dua tersangka di Kabupaten Aceh Selatan pada 14 Juli 2018.

“Identifikasi lanjutan terhadap kulit harimau sumatera ini untuk melaksanakan pemeriksaan melalui pengukuran,” kata dokter hewan BKSDA Aceh, drh Taing Lubis, usai melakukan identifikasi kulit harimau tersebut di Aceh Besar, Rabu.

Ia memperkirakan usia harimau sumatera itu 10-12 tahun berjenis kelamin jantan dengan tinggi satu meter dan panjang dua meter.

“Pemeriksaan terhadap kulit harimau sumatera melalui pengukuran dan bentuk sayatan dan segala perubahan yang terjadi terhadap kulit harimau itu didokumentasikan dalam bentuk berita acara identifikasi,” kata dia IDN Poker.

Ia mengatakan kulit harimau sumatera hasil sitaan tersebut akan disimpan di BKSDA Aceh sembari menunggu keputusan kepala balai berdasarkan instruksi Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Kulit harimau sumatera tersebut disita dari dua tersangka penjual, yakni Sarkawi (41) dan Sabarudin (43), di Kabuaten Aceh Selatan pada 14 Juli 2018.

Kedua orang itu, berdasarkan putusan Nomor: 127/Pid.B-LH/2018/PN Tapaktuan telah divonis  pidana kurungan selama empat tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider empat bulan kurungan tambahan bila denda uang tidak dibayar.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapak Tuan, Aceh Selatan memvonis keduanya sebagai melanggar Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Huruf d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara.

berita bola

Di perairan selatan Jember sejumlah penyu ditemukan mati

Sejumlah penyu berbagai jenis ditemukan dalam kondisi mati oleh nelayan di perairan selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, sepanjang tahun 2018.

“Nelayan menemukan penyu yang mati itu di Pantai Watu Ulo di Kecamatan Ambulu dan Pantai Getem di Kecamatan Gumukmas,” kata Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Indah Lestari, Sugianto di Kabupaten Jember, Selasa.

Selama 2018, lanjut dia, nelayan Pokmaswas Indah Lestari menemukan sebanyak lima bangkai penyu di tepi pantai, sehingga pihaknya melaporkan kejadian tersebut kepada Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III di Kabupaten Jember.

“Penyu yang ditemukan mati di Pantai Getem terakhir kali pada Jumat (21/12), yakni penyu jenis lekang, sehingga kami berkoordinasi dan melaporkan kejadian itu kepada dinas terkait,” katanya.

Menurutnya penyu yang mati tersebut diduga karena terperangkap jaring nelayan yang melakukan aktivitas pencarian ikan di perairan selatan Jember, karena di kawasan Pulau Nusa Barong yang berada di perairan selatan Jember menjadi salah satu habitat mendaratnya sejumlah penyu.

“Pulau Nusa Barong yang merupakan cagar alam itu masih menjadi salah satu habitat berbagai jenis penyu, seperti penyu lekang, belimbing, hijau, dan tempayang untuk mendarat dan bertelur. Kawasan itu dekat dengan Pantai Getem dan pesisir selatan Jember lainnya,” katanya.

Selain itu, dua bangkai penyu lekang, kata dia, juga pernah ditemukan di Pantai Watu Ulo dengan kondisi yang mengenaskan karena terdapat bekas luka di bagian tempurung dan kakinya yang diduga menjadi salah satu penyebab matinya hewan langka yang terancam punah itu, sedangkan satu ekor penyu juga ditemukan mati yang diduga karena banyaknya sampah plastik.

Sementara Kepala Bidang KSDA Wilayah III di Jember Setyo Utomo membenarkan adanya sejumlah penyu yang mati di perairan selatan Kabupaten Jember yang diduga karena tersangkut jaring nelayan dan tidak dilepas kembali, sehingga penyu tersebut lemas dan mati.

“Kadang-kadang nelayan takut saat ada penyu yang tersangkut di jaringnya, sehingga ia melukai penyu tersebut hingga lemas, kemudian membuangnya ke laut atau ke tepi pantai,” katanya.

Ia mengimbau para nelayan ikut menjaga ekosistem laut dan satwa langka yang dilindungi seperti penyu yang populasinya semakin terancam punah di Indonesia dengan melepasliarkan kembali penyu yang tersangkut jaring nelayan, agar satwa langka tersebut tetap hidup.

berita bola

Semarang ikut tanam Tabebuya untuk percantik kota

Pemerintah Kota Semarang menanam beberapa jenis pohon termasuk Tabebuya yang memiliki bunga mirip dengan Sakura yang ditanam untuk mempercantik kawasan kota.

“Tabebuya dipilih karena bunganya yang indah berwarna-warni seperti bunga sakura di Jepang. Tanaman ini sempat viral di Surabaya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang Iswar Aminuddin di Semarang, Selasa.

Tabebuya (Chrysotricha) adalah jenis tanaman yang berasal dari Brasil yang termasuk jenis pohon besar dan seringkali kebanyakan orang menyebutnya dengan tanaman Sakura karena bunganya yang mirip.

Untuk Tabebuya, ia mengatakan diharapkan bisa memberikan kesan indah dan cantik dengan bunganya yang berwarna-warni sebagaimana sudah demikian populer di Surabaya.

“Ya, memang tidak bisa dilihat hasilnya secara langsung. Paling tidak, butuh waktu 3 hingga 5 tahunanlah agar tanamannya tumbuh besar dan berbunga indah,” katanya.

Pilihan warna bunga dari Tabebuya juga bermacam-macam, mulai putih, merah muda, ungu, dan merah yang memberikan banyak warna untuk mempercantik kota.

Selain Tabebuya, kata dia, tanaman kayu-kayuan juga menjadi pilihan untuk peneduh kota, seperti Mahoni dan Trembesi yang akan segera ditanam di beberapa jalan protokol.

Ia mengatakan ada anggaran sekitar Rp1 miliar untuk penanaman berbagai jenis pohon terutama di jalan-jalan protokol.

“Pada 2018, sudah nanam hampir 1.000 pohon. Makanya, pada 2019 kami menargetkan setidaknya 3.000 hingga 5.000 pohon yang ditanam, termasuk di Jalan Madukoro,” katanya.

Jalan Madukoro, kata dia, baru saja dirampungkan peningkatan kualitas jalannya oleh Dinas PU dan masih tampak gersang sehingga akan segera dilakukan penghijauan.

“Kurang lebih ada 350-an pohon yang ditanam sepanjang Jalan Madukoro. Kalau target totalnya kan 3.000 sampai dengan 5.000 pohon di berbagai jalan protokol,” katanya.

Peremajaan, kata Iswar, memang diperlukan karena banyak pohon yang sudah berusia tua dan rawan tumbang, di samping untuk memperindah dan mempercantik kota.

PreviousNext

You Want To Have Your Favorite Car?

We have a big list of modern & classic cars in both used and new categories.